Perang
melawan hawa nafsu berlaku bagi semua umat manusia di dunia. Di dalam perang
ini musuhnya tidak tampak oleh mata, musuhnya sangat halus (latif).
Di dalam tubuh manusia ada tujuh tempat yang disebut Latifah sebagai tempat bersarangnya hawa nafsu yang harus dibersihkan dengan Asma Allah.
Konsep tujuh latifah ini pertama kali di ajukan oleh Syekh Ahmad Naqsyabandi, seorang sufi pada abad ke 11. Ajarannya disebut tareqat Naqsyabandiyah.
Tujuh Latifah tersebut adalah :
Latifatul Qulbi :
Yang berhubungan dengan jantung jasmani, letaknya 2 jari di
bawah susu kiri,
tempat bersarangnya
sifat-sifat kemusyrikan, kekafiran, ketahayulan dan sifat-sifat iblis, membersihkannya
dengan cara dzikir Allah-Allah 5000 kali.
Cahayanya berwarna kuning.
Latifatur Ruh :
Latifatur Ruh :
Letaknya 2 jari di bawah
susu kanan,
tempat bersarangnya sifat
Bahimiyah (binatang jinak), membersihkannya dengan dzikir Allah-Allah 1000
kali.
Cahayanya berwarna merah.
Latifatus Sirri :
Latifatus Sirri :
Letaknya 2 jari di atas
susu kiri, tempatnya sifat Syabiyah (binatang buas), dholim, aniaya, pemarah,
pendendam.
Dzikirnya Allah-Allah 1000
kali. Cahayanya berwarna putih.
latifatul Khafi,
Berhubungan dengan limpa jasmani kira – kira dua jari di atas
susu kanan, Dzikirnya Allah-Allah pada maqam ini dalam sehari semalam
sekurang – kurangnya 1000 kali, ini adalah wilayahnya Nabi Isa As dengan
bercahayakan hitam dan berasal dari air.
Ini adalah tempatnya sifat madzmumah pada manusia, seperti busuk hati, munafik,
pendusta, mungkir janji, penghianat dan tidak dapat di percaya,
nah jika ikhlas
dzikir pada tempat ini maka hilanglah sifat yang demikian dan berganti dengan
sifat yang terpuji, seperti ridha dan syukur, madzmumahnya
lathifatul khafi ini
di katakan dengan sifat syetaniah yang menimbulkan was – was, cemburu, dusta
dan sebagainya yang sejenis, dan mahmudahnya adalah sifat syukur dan ridha
serta sabar dan tawakkal, ini di katakan dengan sunahnya Nabi Isa As.
Latifatu Akhfa :
letaknya di tengah dada,
berhubungan dengan empedu jasmani, tempat sifat Rabbaniyah, yaitu sifat ria,
takabur, sombong, ujub, memamerkan kebaikan, akan tetapi disini juga merupakan
tempat sifat ikhlas, khusu, tadaru dan tafakur.
Dzikirnya Allah-Allah 1000
kali. Cahayanya berwarna hijau.
Letaknya diantara 2 kening,
tempat nafsu amarah, nafsu yang mendorong untuk berbuat kejahatan. Dzikirnya
Allah-Allah 1000 kali.
Latifatu Kullu Jasad :
Latifatu Kullu Jasad :
Latifah yang mengendarai
seluruh tubuh jasmani, tempat sifat jahil, ghaflah (lalai). Pada tempat ini
terdapat juga sifat Ilmu dan Amal.
Dzikirnya Allah-Allah 1000
kali.
Silahkan, bila kita mampu melaksanakan tata cara dzikir seperti di atas !!?
Tuhan tidak menilai jumlah bilangannya, akan tetapi keikhlasannya.
Metode berdzikir
sesungguhnya sangat beraneka ragam. Setiap manusia memiliki kemampuan dan
kesempatan yang berbeda.
Ada yang sibuk, ada yang
santai. Allah tidak pernah menyusahkan umatnya. Sebagaimana Sholat masyalah
tata-cara dzikir pun di dalam Al Qur’an tidak ada rinciannya.
Oleh karena itu silahkan
pilih metode dzikir yang sederhana, cocok dan pas serta mampu kita laksanakan
menurut keyakinan hati kita sendiri.
Sehingga sesibuk apapun,
masih bisa melaksanakan dzikir dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. ENJOY AJA
LAGI …!!!
Tulisan
DR. MAMAN
S. WIRIAATMADJA, SPOG DI